Senin, 31 Desember 2012

Apa itu Tuberculosis (TBC)?


Tanggal 24 Maret diperingati dunia sebagai "Hari TBC" karena di tanggal 24 Maret 1882, di Berlin, Jerman, Robert Koch mempresentasikan hasil studi mengenai penyebab tuberkulosis yang ditemukannya.

Tuberculosis (TBC) yang kini lebih dikenal dengan singkatan TB merupakan penyakit infeksi yang disebabkan oleh mycobacterium tuberculosis. Bakteri ini bisa menyebar melalui pembuluh darah atau kelenjar getah bening. Oleh sebab itu infeksi TB dapat menginfeksi organ tubuh lainnya, seperti paru-paru, ginjal, tulang, kelenjar getah bening, dan lain-lain. Namun, yang paling sering terinfeksi adalah paru-paru.

Bakteri TB ini sangat infeksius dan dapat menyebar melalui droplet yang keluar saat penderita TB bersin, batuk, atau bicara. Namun, itu semua tergantung pada daya imunitas kita. Seseorang yang memiliki imunitas rendah, bakteri TB lebih mudah hidup dan berkembangbiak di tubuhnya, sedangkan seseorang yang memiliki daya imun tinggi, bakteri akan lebih sulit untuk menginfeksi.

Pengobatan TB setidaknya menghabiskan waktu sekitar 6 bulan, kemudian dokter akan memeriksa dan menentukan apakah pengobatan dan terapi perlu dilanjutkan lagi atau tidak.

Indonesia menduduki peringkat 3 besar dalam hal jumlah penderita TB, dan merupakan penyakit infeksi penyebab kematian utama di Indonesia.




* Gambar diambil dari :
http://medicastore.com/tbc/penyakit_tbc.htm
http://sehat4gratis.blogspot.com/2011/12/mantra-paru.html


Kamis, 13 Desember 2012

Osteoporosis



Osteoporosis, merupakan kondisi dimana massa tulang berkurang sehingga tulang menjadi rapuh dan mudah patah atau retak. Jika digambarkan, tulang dengan osteoporosis akan tampak seperti spons.

Sel-sel tulang mengalami pergantian, ada sel yang rusak dan mati lalu digantikan dengan sel tulang yang baru. Proses perusakan sel tulang disebut osteoklast, dan proses pembentukan sel disebut osteoblast.

Pada usia muda atau anak-anak, osteoblast lebih besar daripada osteoklast. Hal ini menyebabkan tubuh kita terus tumbuh. Usia dewasa, osteoblast dan osteoklast seimbang. Pada usia lanjut, osteoklast lebih besar daripada osteoblast, sehingga massa tulang semakin berkurang.


Proses osteoporosis memerlukan waktu yang tidak singkat (kecuali pada kondisi-kondisi patologi tertentu), sehingga mayoritas penderita tidak menyadari bahwa tulangnya sudah rapuh. Dan hal ini sering disebut-sebut dengan ‘silent killer’.

Banyak cara untuk mencegah osteoporosis, salah satunya dengan senam pencegahan osteoporosis.

Senam Osteoporosis dan Senam Pencegahan Osteoporosis adalah dua hal yang berbeda, bahkan prinsip utamanya saling berseberangan. Senam pencegahan osteoporosis berprinsip ‘pembebanan’ sedangkan senam osteoporosis justru menghindari ‘pembebanan’. Kenapa? Untuk tulang yang masih sehat pembebanan ini sangat dianjurkan karena pembebanan mampu menjaga massa tulang. Sedangkan untuk tulang yang sudah keropos, pembebanan sangat tidak dianjurkan, karena tulang yang telah keropos menjadi rapuh dan mudah terjadi fraktur (patah tulang) jika mendapat beban yang berlebih atau terbentur. Sehingga pembebanan pada orang yang telah mengalami osteoporosis bukan membantu tapi justru berbahaya.

Dalam senam pencegahan osteoporosis juga terdapat gerakan-gerakan high impact, sedangkan dalam senam osteoporosis high impact sangat dihindari, semua menggunakan gerakan low impact.

Senam osteoporosis dan senam pencegahan osteoporosis kini sudah mulai banyak ditemui, baik di rumah sakit maupun di lingkungan tempat tinggal.

Jumat, 30 November 2012

Definisi Cerebral Palsy (CP)

Telah banyak definisi dirumuskan. Berikut adalah beberapa di antaranya.

Deskripsi asli oleh Little, Osler, dan Freud tidak diragukan lagi bahwa itu bukan penyakit, melainkan kumpulan gangguan motor akibat lesi otak yang berasal pada saat kelahiran atau anak usia dini. Mungkin deskripsi paling cocok adalah Ingram's (1955): Cerebral Palsy digunakan sebagai istilah inklusif untuk menggambarkan sekelompok gangguan non-progresif yang terjadi pada anak-anak di mana penyakit otak menyebabkan penurunan fungsi motor. Penurunan fungsi motor bisa hasil dari kelumpuhan, gerakan paksa atau ketiadaan koordinasi, tapi gangguan motor yang bersifat sementara atau merupakan hasil dari penyakit progresif otak atau disebabkan kelainan dari sumsum tulang belakang.(1)

Dan yang terbaru adalah : Cerebral palsy merupakan paralisis yang diakibatkan oleh kerusakan otak non-progresif yang dapat terjadi setiap waktu sebelum otak mencapai kematangan dari konsepsi hingga usia 5 atau 6 tahun (Garrison, 1995).

Secara harfiah cerebral berarti otak dan palsy ialah kelumpuhan. Cerebral palsy ialah gangguan kelainan tonus otot atau kelumpuhan yang disebabkan gangguan menetap di otak. Manifestasi gangguan otot ini bisa bermacam-macam: ada yang lemas, kaku sekali, dan ada yang tangannya bergerak-gerak lurus, hal ini sangat bergantung dimana lokasi kerusakan otak terjadi.(2)

Cerebral palsy bukan merupakan penyakit yang menular ataupun bersifat herediter. Sampai saat ini cerebral palsy belum dapat disembuhkan, walaupun penelitian ilmiah berlanjut untuk menemukan terapi yang lebih baik dan metode pencegahannya. Penelitian banyak dilakukan untuk memperbaiki keadaan tersebut terutama pada bayi yang mengalami masalah pernafasan dan penggunaan terapi medikasi untuk mencegah perdarahan pada otak sebelum ataupun setelah lahir.

Cerebral palsy adalah suatu gangguan atau kelainan yang  terjadi pada suatu kurun waktu dalam perkembangan anak, mengenai sel-sel motorik di dalam susunan saraf pusat, bersifat kronik dan tidak progresif akibat kelainan atau cacat pada jaringan otak yang belum selesai pertumbuhannya.(3)

Cerebral palsy (CP) adalah suatu kondisi anak di mana ada ketidakmampuan motorik (palsy) yang disebabkan oleh statis, lesi nonprogressive di otak (cerebral).(4)

Cerebral palsy adalah terminology yang digunakan untuk mendeskripsikan kelompok penyakit kronik yang mengenai pusat pengendalian pergerakan dengan manifestasi klinis yang tampak pada beberapa tahun pertama kehidupan dan secara umum tidak akan bertambah memburuk pada usia selanjutnya. Istilah cerebral ditujukan pada kedua belahan otak, atau hemisphere, dan palsi mendeskripsikan berbagai penyakit yang mengenai pusat pengendalian pergerakan tubuh. Jadi, penyakit tersebut tidak disebabkan oleh masalah pada otot atau  jaringan saraf tepi, melainkan, terjadi perkembangan yang salah atau kerusakan pada area motorik otak yang akan mengganggu kemampuan otak untuk mengontrol pergerakan dan posture secara adekuat.(2)

Cerebral palsy adalah ensefalopatistatis yang mungkin di definisikan sebagai kelainan postur dan gerakan non-progresif, sering disertai dengan epilepsy dan ketidak normalan bicara, penglihatan, dan kecerdasan akibat dari cacat atau lesi otak yang sedang berkembang. (Behrman:1999, hal 67-70)

Sumber :
(1) Bleck, Eugene E. 1987. Orthopaedic Management in Cerebral Palsy. 1.
(2) http://cidera-otak.blog.friendster.com/2008/06/kajian-teoricerebral-palsy/
(3) http://www.kalbe.co.id/files/cdk/files/12CerebralPalsy104.pdf/12CerebralPalsy104.html
(4) Miller, Freeman. 2007. Physical Therapy of Cerebral Palsy. New York : Springer